Rubrik Pikiran Pembaca Harian Bisnis Indonesia, Jumat 13 November 2009. Semoga migunani. Matur Sembah Nuwun
Kemurnian dalam air minum
Air ialah kebutuhan pokok semua makhluk. Manusia dapat bertahan 30 hari tanpa makanan, tapi hanya bisa hidup 3 hari tanpa air minum. Badan ini pun 70 persen terdiri atas cairan. Total 2-3 liter air yang kita minum setiap hari beredar ke seluruh tubuh. Konsumsi air berkualitas rendah dalam rentang waktu lama bisa menyebabkan penyakit. Sebaliknya, konsumsi air bermutu tinggi secara rutin niscaya meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).
Apakah tolok ukur air minum sehat? Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Selain itu, tidak pula mengandung polutan kimia ataupun bakteri berbahaya. Standar kualitas air versi WHO (World Health Organization) ialah kandungan cemaran TDS-nya (Total Dissolved Solid) kurang dari 0,50 ppm (part per million).
Sayangnya, keberadaan air bersih di kota-kota besar-termasuk di Yogyakarta kian langka. Mineral anorganik, garam, dan logam berbahaya terlarut di dalamnya. Alat bernama Water Analys Pollutan (WAP) bisa mendeteksi polutan tersebut secara kasat mata.
Warna hijau mengandung cuprum teroxida (Cu) penyebab penyakit ginjal. Warna hitam mengandung magnesium teroxida (Mg) penyebab kerusakan sel darah merah. Warna putih mengandung aluminium (Al) penyebab penyakit hati. Warna biru mengandung Pestisida penyebab penyakit gangguan syaraf pusat, sedangkan warna jingga mengandung ferum teroxida (Fe) penyebab gangguan metabolisme.
Sumber air minum warga ialah sumur, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum Daerah), air mineral dalam kemasan, dan air murni isi ulang RO (reverse osmosis) yang mulai banyak beredar di pasaran. Pada batas tertentu badan manusia mampu menyaring zat-zat berbahaya tersebut. Namun apabila berlebihan, apalagi saat organ tubuh menurun kinerjanya, perlahan efek samping yang mengganggu kesehatan mulai terasa.
Air rebusan dipercaya steril dari bakteri. Memang demikian, tapi mineral anorganik tetap ada. Padahal, tubuh manusia hanya membutuhkan mineral organik dari sayuran, buah, dan lauk-pauk. Logam yang terlarut dalam air menjadi racun bila menumpuk di ginjal ataupun hati. Air murni/suling niscaya menjadi solusi higinis bagi masyarakat perkotaan.
Selama lebih dari 20 tahun F. Batmanghelidj M.D meneliti 30 jenis penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air (dehidrasi). Manfaat air murni ialah memperbaiki sistem metabolisme, membersihkan usus besar, menyerap kerak-kerak pada persendian tulang, melarutkan endapan kristal di ginjal, menambah asupan oksigen segar dalam darah, dan membuat masakan menjadi lebih nikmat dan tidak cepat basi (Charles May).
Paska gempa di Padang beberapa waktu lalu, masyarakat juga kesulitan air bersih. Kebetulan Tentara dari Australia memiliki teknologi canggih penyaring air laut menjadi air tawar. Nenek moyang kita sudah memiliki kebijaksanaan cara penyulingan tersebut. Yakni berupa kendi tanah liat/tempayan keramik. Penampung air tradisional yang terbuat dari bahan alami tersebut terbukti mampu menyerap mineral anorganik dan menjaga kemurnian dalam air minum.
Sumber: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id146666.html
NB: Bagi yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya, bila hendak berlangganan air murni HEXSOUL ataupun menjadi agen distributor silakan menghubungi via inbox, cantumkan alamat lengkap dan no hp, siap antar sampai ke tujuan. Selain itu akan ada eksperimen untuk mengecek kualitas air minum anda dengan TDS Meter dan WAP Elektrolizer. Terimakasih banyak.
Kemurnian dalam air minum
Air ialah kebutuhan pokok semua makhluk. Manusia dapat bertahan 30 hari tanpa makanan, tapi hanya bisa hidup 3 hari tanpa air minum. Badan ini pun 70 persen terdiri atas cairan. Total 2-3 liter air yang kita minum setiap hari beredar ke seluruh tubuh. Konsumsi air berkualitas rendah dalam rentang waktu lama bisa menyebabkan penyakit. Sebaliknya, konsumsi air bermutu tinggi secara rutin niscaya meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).
Apakah tolok ukur air minum sehat? Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Selain itu, tidak pula mengandung polutan kimia ataupun bakteri berbahaya. Standar kualitas air versi WHO (World Health Organization) ialah kandungan cemaran TDS-nya (Total Dissolved Solid) kurang dari 0,50 ppm (part per million).
Sayangnya, keberadaan air bersih di kota-kota besar-termasuk di Yogyakarta kian langka. Mineral anorganik, garam, dan logam berbahaya terlarut di dalamnya. Alat bernama Water Analys Pollutan (WAP) bisa mendeteksi polutan tersebut secara kasat mata.
Warna hijau mengandung cuprum teroxida (Cu) penyebab penyakit ginjal. Warna hitam mengandung magnesium teroxida (Mg) penyebab kerusakan sel darah merah. Warna putih mengandung aluminium (Al) penyebab penyakit hati. Warna biru mengandung Pestisida penyebab penyakit gangguan syaraf pusat, sedangkan warna jingga mengandung ferum teroxida (Fe) penyebab gangguan metabolisme.
Sumber air minum warga ialah sumur, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum Daerah), air mineral dalam kemasan, dan air murni isi ulang RO (reverse osmosis) yang mulai banyak beredar di pasaran. Pada batas tertentu badan manusia mampu menyaring zat-zat berbahaya tersebut. Namun apabila berlebihan, apalagi saat organ tubuh menurun kinerjanya, perlahan efek samping yang mengganggu kesehatan mulai terasa.
Air rebusan dipercaya steril dari bakteri. Memang demikian, tapi mineral anorganik tetap ada. Padahal, tubuh manusia hanya membutuhkan mineral organik dari sayuran, buah, dan lauk-pauk. Logam yang terlarut dalam air menjadi racun bila menumpuk di ginjal ataupun hati. Air murni/suling niscaya menjadi solusi higinis bagi masyarakat perkotaan.
Selama lebih dari 20 tahun F. Batmanghelidj M.D meneliti 30 jenis penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air (dehidrasi). Manfaat air murni ialah memperbaiki sistem metabolisme, membersihkan usus besar, menyerap kerak-kerak pada persendian tulang, melarutkan endapan kristal di ginjal, menambah asupan oksigen segar dalam darah, dan membuat masakan menjadi lebih nikmat dan tidak cepat basi (Charles May).
Paska gempa di Padang beberapa waktu lalu, masyarakat juga kesulitan air bersih. Kebetulan Tentara dari Australia memiliki teknologi canggih penyaring air laut menjadi air tawar. Nenek moyang kita sudah memiliki kebijaksanaan cara penyulingan tersebut. Yakni berupa kendi tanah liat/tempayan keramik. Penampung air tradisional yang terbuat dari bahan alami tersebut terbukti mampu menyerap mineral anorganik dan menjaga kemurnian dalam air minum.
Sumber: http://web.bisnis.com/edis
NB: Bagi yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya, bila hendak berlangganan air murni HEXSOUL ataupun menjadi agen distributor silakan menghubungi via inbox, cantumkan alamat lengkap dan no hp, siap antar sampai ke tujuan. Selain itu akan ada eksperimen untuk mengecek kualitas air minum anda dengan TDS Meter dan WAP Elektrolizer. Terimakasih banyak.