Oktober 15, 2009

Misteri Kehidupan Yesus


Dimuat di Majalah Nuntius, Edisi Agustus 2009

Judul: Christ of Kashmiris
Penulis: Anand Krishna
Pengantar: Prof. Fida Hassnain
Penerbit: Koperasi Global Anand Krishna
Cetakan: 1, 2008
Tebal: xxii + 249 halaman

"Natas, nitis, netes." - Dari Dia kita datang, dalam Dia kita hidup, dan kepada Dia kita kembali (Falsafah Kejawen).

Buku ini terdiri atas beragam kisah kehidupan tokoh penting dunia. Dari lakon Ashwatama putra resi Drona dalam perang dahsyat Bharatayuda sampai kepada Yeshe Tenzin Gyatso alias Yang Mulia Dalai Lama ke-14, pemimpin spiritual Tibet yang berjuang membebaskan rakyatnya dari invasi rezim komunis Tiongkok dengan metode tanpa kekerasan (non-violence).

Pada bab 2, Anand Krishna, penulis produktif 120 buku lebih ini memaparkan pula hikayat Nabi Khidir. Penduduk di sepanjang sungai Sindhu yang membentang dari Gandahar (kini Afganistan) sampai Astraley (sekarang Australia) biasa memanggil beliau Jind Pir. Konon Nabi Musa meguru alias berguru kepada orang suci ini. Para sesepuh setempat mengatakan kemanapun Sang Master menapakkan kaki, syahdan tempat itu menjadi hijau dan segar kembali (hlm 14).

Kendati demikian, tokoh utama buku ini ialah Yesus dari Kashmir (http://christofkashmiris.com/). Lazim dipanggil Yuzu Asaph oleh warga di daerah India utara. Pertapa Tibet menyebut beliau Santo Isa, sedangkan penganut aliran Shiva-Tantra menyapa beliau dengan tabik hormat Isha Putra.

Menurut Profesor Fida Hassnain, seorang Direktur Archeology Study Center di Kashmir, "...a prophet Yuzu Asaph came to the valley of Kashmir two thousand years ago from Egypt. He preached the same parables of Jesus." Terjemahannya, "…seorang Nabi bernama Yuzu Asaph pernah datang ke lembah Kashmir dari Mesir 2000 tahun yang lalu. Beliau mengajarkan perumpamaan yang sama seperti Yesus." (Sumber: A Search for the Historical Jesus)." Pertanyaannya, "Apakah tokoh tersebut identik dengan Isa Al Masih dari Nasaret?" Menyitir syair lagu Kids Rock, "Only God Knows..." Hanya Tuhan sendiri yang tahu.

Faktanya, saat ini penduduk Srinagar yang mayoritas beragama Islam senantiasa bergotong-royong merawat sebuah makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Yuzu Asaph. Leluhur mereka, Raja Gopadatta membangun makam tersebut sebagai ungkapan terimakasih terhadap dedikasi Sang Guru. Nama tempat itu unik: Rozabal. "Roza" berasal dari bahasa Persia, artinya sakral dan "Bal" sinonim dengan tempat suci. Sehingga Rozabal berarti tempat bersemayam Ia yang Maha Suci.

Sekedar intermezo, tatkala Anand Krishna beserta kedua sahabatnya Liny Tjeris dan Maya Safira Muchtar melawat tempat itu pada tanggal 23 Agustus 2008 silam, pasukan bersenjata yang biasa mangkal di tapal batas India dan Pakistan itu amatlah minim. Barangkali aura magis Rozabal membuat para serdadu enggan menginjakkan kakinya di sana (hal 45-46).

Santo Thomas

Tokoh lain yang tak kalah menarik dalam buku ini ialah Santo Thomas. Ia dikenal sebagai The Doubting Thomas di Barat, karena saat Yesus menampakkan diri kepada para murid paska penyaliban (cruxification), ia meragukan fakta seputar kebangkitan (resurection). Uniknya, ia justru dihormati di Timur, bahkan dianggap sebagai penerus pertama ajaran esoterik Isa Sang Masiha.

Pria ini sempat mengunjungi India pada tahun 52 Masehi, ia menyebarluaskan ajaran cinta kasih guna menyatukan umat manusia. Eksperimennya dimulai di sebuah dusun kecil bernama Chennai. Berlokasi di pinggiran ibu kota Taminadu India. Ironisnya, ia dibungkam oleh sekelompok kaum radikal, yang tak ingin kehilangan dominasi atas tafsir ajaran agama. Lantas pengikut setianya mendirikan sebuah chapel (gereja kecil) tepat di atas tanah di mana darah Sang Martir terperecik.

Almarhum Paus Yohanes Paulus II sempat mengunjungi makam tersebut pada tanggal 5 Februari 1986 dan mengakhiri segala kontroversi panas seputar tokoh yang ini (Sumber: http://www.rediff.com/news/2006/nov/22pope.htm). Sampai sekarang makam Mylapore tersebut terus diziarahi oleh penganut Muslim, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Sikh, Bahai, dlsb. Mereka biasa membawa pulang segenggam pasir. Karena konon akan membawa keberuntungan (hoki). Mirip dengan tradisi ngalap berkah dalam Grebeg Maulud di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Selain The Gospel of Mary Magdalene, ada juga Injil non-kanonik berjudul The Acts of Thomas. Keduanya amat terkenal dan menjadi referensi utama bagi kaum orientalis. Inti pesannya sederhana tapi mendalam. Yakni bagaimana membangitkan energi feminin dalam diri setiap manusia. "A woman is a man with a womb and a man is a woman without womb." Seorang wanita ialah pria dengan rahim dan seorang laki-laki ialah perempuan tanpa rahim. Dalam tradisi Timur Tengah, kata "Allah" berasal dari suku kata, "Illa." Sebuah panggilan sayang untuk Mahamaya, The Mother of Universe alias Bunda Alam Semesta.

Buku ini tak hanya penting dibaca oleh umat Kristiani, tetapi juga oleh pemeluk agama dan penganut aliran kepercayaan lainnya. Sehingga kita bisa saling mengapresiasi dan hidup berdampingan guyup rukun dengan tetangga sebelah yang berbeda isian kolom agama di KTP-nya. Salam Indonesia!

Tidak ada komentar: