Maret 23, 2011

Hingga Hari ke-5 Anand Krishna Masih juga Mogok Makan

Hingga Hari ke-5 Anand Krishna Masih juga Mogok Makan


JAKARTA, RIMANEWS- Minggu (13/3) Anand Krishna memasuki hari ke-5 aksi mogok makan di LP Cipinang. Penulis 140 buku tersebut mengakui kondisi fisiknya mulai menurun. Badan lemas dan terasa pusing di kepala. “Kondisi kesehatan beliau terus menurun. Masih bisa ngobrol, cuma wajahnya sangat pucat dan lemah,” ujar putra Anand, Prashant Gangtani pada Sabtu (12/03).

Prashant sempat bertemu dengan ayahnya selama beberapa saat di ruang tamu Rutan Cipinang. Prashant mengkhawatirkan kondisi ayahanda tercinta, “Saya cuman takut bapak kolaps, ini kan sudah hari keempat. April 2010 beliau sempat kolaps saat diperiksa secara maraton,” tambah Prashant.

Pendiri Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBBI ini dijadwalkan menjalani persidangan kembali pada Rabu (16/03) mendatang. Namun Anand tetap bersikukuh menjalankan aksi mogok makannya. “Masih akan tetap mogok makan. Sampai penetepan penahanan dicabut kembali atau beliau keluar dari penahanan,” pungkas Prashant.

Banyak tokoh nasional membesuk aktivis spiritual lintas agama tersebut di LP Cipinang pada Sabtu (12/3). Mereka memberi dukungan kepada Anand agar terus menyuarakan pesan kebangsaan. Pembungkaman terhadap Anand sinonim dengan pemasungan terhadap kebhinekaan Indonesia.

Oscar Irawan, SH berpendapat penahanan ini ialah sinyalemen bahwa perjuangan Anand mulai membuat gerah pihak tertentu. Sehingga ia dibungkam secara paksa. Oscar tetap mendukung Anand untuk mewujudkan misi dan visinya. Yakni Indonesia Jaya menuju One Earth One Sky One Humankind. "Caranya dengan membangkitkan kesadaran akan pelangi keberagaman yang notabene selaras dengan semboyan bangsa, "Bhinneka Tunggal Ika," ujar pengacara kondang tersebut.

Nong Darol Mahmada, aktivis perempuan ini mengatakan bahwa penahanan Anand merupakan upaya untuk menghentikan perjuangannya mendidik masyarakat agar sadar akan keberagaman. Ia merasa prihatin atas penahanan ini karena ternyata di persidangan hanya 10% yang mengupas perihal tuduhan pelecehan seksual. Selebihnya malah mengupas ihwal aktivitas di Yayasan Anand Ashram. Ia berharap kasus ini tidak bergeser dan menjadi alat politis untuk menghentikan perjuangan Anand. Semoga Bapak Anand Krishna memperoleh keadilan dengan proses pengadilan yang seadil-adilnya.

Selain itu, Muhammad Guntur Romli menyatakan Anand ialah seorang pejuang kebhinekaan. Beliau banyak memberikan pembelajaran kepada masyarakat ihwal kemajemukan bangsa. Sehingga kita dapat mengapresiasi perbedaan yang ada. Guntur juga menyayangkan penahanan Anand yang terkesan dipaksakan. Padahal selama ini Anand sangat kooperatif dalam proses persidangannya. Seharusnya Majelis Hakim mempertimbangkan jasa Anand terhadap Indonesia. Selain itu, faktor usia yang kini menginjak tahun ke 54 juga perlu diperhatikan. Apalagi paska kolaps pada April 2010 Anand mengalami kerusakan jantung permanen dan gangguan diabetes akut.

Majelis hakim musti mencabut putusan penahanan ini sebelum terlambat. Pria keturunan India kelahiran Surakarta tersebut selalu mengupayakan persatuan Indonesia sejak 20 tahun silam. Orang yang berani berjuang tanpa pamrih walau nyawa menjadi taruhannya sangat dibutuhkan bangsa ini. Senada dengan seruan Putu Wiwien Gunawasika. Tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI tersebut mengatakan, "Semoga Tuhan YME memberikan perlindungan dan jalan terbaik buat Pak Anand yang sedang menjalani cobaan berat, semoga pihak-pihak yang mendiskreditkan beliau diberikan penerangan oleh TYME agar insyaf nantinya. Dalam memperjuangkan kebaikan di muka bumi ini termasuk di Indonesia pasti akan mendapatkan banyak tantangan dan rintangan. Jangan menyerah Pak Anand, Indonesia memerlukan orang seperti anda. Hanya orang-orang yang takut kehilangan kekuasaan, pengaruh, hati yang sempit, tidak cinta tanah air, tidak mengerti Pancasila yang tidak memerlukan dirimu. Selamat berjuang kami akan mendukungmu walaupun hanya dengan doa."

http://rimanews.com/read/20110313/19950/hingga-hari-ke-5-anand-krishna-masih-juga-mogok-makan


Tidak ada komentar: