November 06, 2012

Video Kesaksian, Alasan Anand Krishna Dikriminalisasikan


BARU TERUNGKAP: Video kesaksian yang berani dari seorang dosen perempuan dan wartawan senior. Isinya mengungkap mengapa Anand Krishna dikriminalisasikan. Nama dan gambar terpaksa disamarkan untuk melindungi saksi tersebut.

Ternyata Anand Krishna hendak dibunuh karakternya dan dijebloskan ke penjara lewat rekayasa kasus ini, karena ada pihak-pihak yang tak suka dengan gerakan integrasi nasional dan global harmoni. Mereka hendak mengganti dasar negara Pancasila dengan syariah (baca: Wahabi).

Sungguh sebuah konspirasi yang begitu keji. Tatkala hukum dipakai sebagai alat kriminal (law as a tool of crime) kewajiban gerakan masyarakat madani (civil society) untuk melawan demi tegaknya NKRI.

Mohon disebarluaskan ke jaringan teman-teman. Terimakasih banyak dan Salam Peduli Keadilan!

Simak videonya di http://www.youtube.com/watch?v=DQG810sdSm8 

***

Speaker: Lecturer/Senior Journalist
Location: Denpasar, Bali, Indonesia on Book Launching
Date, June 15, 2012

==========================
TEXT VIDEO BELOW IN ENGLISH
==========================

So when I was a reporter, my network is so vast from street hawkers to ministers, from priests to terrorists. I have tries sleeping on the streets and have also stayed in the most expensive hotels. That is the story of my life. Until there’s a moment, when my informant who is a person in the “system” in Indonesia, who quote unquote is a terrorist, gave me an important information on 2 AM that there are some prominent Hindu figure who will be slaughtered/eliminated (gesture)…

O yeah? Give me the name.

There were 25 names. You know, it was 4 years ago before the case of Anand happened. Anand Krishna was number one on the list. I had been worried since then. I had been worried since I knew that Anand Krishna was the number one. I kept contacting my informant, asking Why Anand Krishna? He didn’t want to answer and since then I started to hunt Anand Krishna’s books again.

I bought his books, I read them every night, and I find the answer. It turns out that at that time, Anand was moving for an integrated Indonesia with his movements.  So integration of Indonesia will prevent a group of people from their goal to change our national ideology. So Anand is considered as an obstacle, and that’s way he must be eliminated/slaughtered (gesture).

I wondered about the execution time. I kept worrying, I told this secret, to one person as a witness. Today, he/she is supposed to come, but just recently he/she apologized for couldn’t make it. One person I told about the information. My brother/sister suggested me to inform Anand. But no, I don’t need to tell him. It will disturb him. I’m sure that he’s already aware of the risk of his struggle.

4 tahun years later when Anand was filed  with the case and there’s this woman talking in the medias that she has been harassed by Anand, I immediately thought that this is their work. I contacted my informant, but didn’t succeed for few weeks. Then, I could reach him through his neighbor’s cell phone number. It was 2 AM again. I asked him, why didn’t you just shoot Anand?

He said, “…, you know Mahatma Gandhi?”

Yes I know, I know… I said impatiently.

…, if we just shoot Anand, then the whole Indonesia and the whole world will bow to him and  make a Saint out of him . We don’t want that. So we instead go for character assassination so he will be objurgated, hated, and abandoned by his followers. It’s far crueler than just a physical assassination. I said, O My God, is that what you are doing?

Yes, that’s what we are doing.

I kept my eyes on the television for the case. I even prayed for him with my friend, and wondering what will happen to Anand. When Anand was detained by that judge, once again I contacted my friend. What else will you do to Anand?

He said, Anand won’t be able to come out from there.

No, I said, Anand will get out. Anand will get out, and I’m sure.

And.. he can get out and survive.

So, that is the secret which for the first time I revealed publicly. The truth is I’ve known since 4 years before Anand was being bullied, it turns out to be like this.

The question is who’s next? I hope there is no next.

==========================
TEKS VIDEO DALAM BAHASA INDONESIA
==========================

Itu ketika saya menjadi wartawan, mohon maaf uangnya banyak, jadi saya terus mencari buku-bukunya Pak Anand. Tetapi ada satu kesalahan kecil, saya berhenti mencari buku-bukunya Pak Anand ketika Pak Anand mengkritik salah satu ucapan kecil yang mengganjal saya bahwa tangan yang memberi lebih mulia daripada mulut yang berdoa.

Saya tersinggung dengan hal itu, maka saya berhenti mencari buku-bukunya Pak Anand. Bahkan ketika Pak Anand memberikan ceramah saya tidak datang. Inilah sebuah perjalanan bahwa terakhir saya berpikir bahwa Pak Anand tidak mengkritik tetapi hanya saja, jangkauan saya dan jangkauan Pak Anand jauh berbeda.

Kemudian ketika saya menjadi wartawan, jaringan saya dari tukang bakso sampai menteri, dari pendeta sampai teroris, saya biasa tidur di pinggir got sampai hotel termewah apa kira-kira di dunia, saya pernah tidur. Itu cerita kehidupan saya. Sampai suatu ketika informan saya adalah orang sistem  di Indonesia, dalam tanda petik adalah teroris, memberikan informasi penting kepada saya jam 12 malam, bahwa adalah sejumlah tokoh Hindu yang akan kami (bahasa isyarat, gesture).

Oh ya? Berikan saya namanya.

Diberikanlah 25 daftar. Bapak Ibu tahu, itu kejadian saya tahu itu 4 tahun sebelum kasusnya Pak Anand. Pak Anand Krishna nomor 1. Saya terus gelisah saat itu. Saya terus gelisah saat tahu Pak Anand Krishna nomor satu. Saya selalu menghubungi informan saya, kenapa Pak Anand Krishna?

Dia tidak bersedia memberikan jawaban dan mulai saat itu saya memburu kembali buku-bukunya Pak Anand Krishna. Saya beli lagi, saya baca tiap malam, saya temukan jawabannya. Ternyata Pak Anand saat itu gerakannya adalah integrasi Indonesia. Jadi integrasi Indonesia itu menghalangi cita-cita sekelompok orang tertentu untuk mengganti ideologi Negara kita. Jadi Pak Anand dianggap sebagai penghalang makanya Pak Anand harus di.. (gesture).

Saya menunggu kira-kira kapan waktunya, kapan.. saya terus gelisah, saya sampai mengucapkan ke satu orang saja, hal ini, rahasia ini untuk menjadi saksi. Hari ini dia akan datang, tapi tadi bilang aduh saya tidak bisa, mohon maaf sampaikan ke Pak Anand. Satu orang saya beritahu bahwa ada informasi seperti itu. Adik saya menyarankan, beritahu saja ke Pak Anand. Tidak, saya tidak perlu memberi tahu. Itu akan mengganggu beliau.  Saya yakin perjuangan Pak Anand itu beliau sudah sadar dengan resikonya.

4 tahun kemudian ketika Pak Anand dilaporkan dan ada seorang wanita cantik berkoar-koar diapa-apain sama Pak Anand, saya langsung berpikir, wah ini kerjaan mereka. Saya hubungi informan saya lagi, tidak berhasil-berhasil sampai sekian minggu. Kemudian saya berhasil menghubungi lewat handphone tetangganya. Jam 2 malam lagi baru berhasil. Saya tanya kenapa anda tidak tembak saja Pak Anand?


, you know Mahatma Gandhi.

Yes, I know that, I know that dengan marah-marah.

…, kalau Pak Anand kami tembak, seluruh Indonesia dan dunia akan bersujud pada Pak Anand dan Pak Anand akan akan jadi seorang Santo. Sehingga yang kami lakukan adalah membunuh karakternya biar Pak Anand dicaci-maki, dibenci dan ditinggalkan oleh para pengikutnya. Itu jauh lebih kejam dari pembunuhan fisik. Saya bilang Oh Tuhan, My God. Itu yg kalian lakukan?

Ya, itu yg kami lakukan.

Dan kasus saya amati terus di televisi, bahkan saya dan teman-teman mengadakan terus Agni Hotra, apa yg terjadi dengan Pak Anand. Ketika Pak Anand mau dimasukkan ke penjara itu dengan oleh hakim itu, saya hubungi lagi teman saya itu. Akan kalian apakan lagi Pak Anand?

Pak Anand nggak akan bisa keluar dari situ.

Nggak, Pak Anand akan keluar. Pak Anand akan keluar, saya yakin itu.

Dan ternyata beliau bisa keluar dengan selamat.

Jadi itulah rahasia yang baru pertama kali saya ceritakan depan publik. Sesungguhnya saya tahu dari 4 tahun sebelum Pak Anand dibegitukan ya, ternyata begini.

Pertanyaannya siapa selanjutnya, who’s next? Mudah-mudahan tidak ada lagi selanjutnya.

Untuk info dan data lebih lengkap klik di http://www.FreeAnandKrishna.com


Tidak ada komentar: