Februari 11, 2013

Dugaan Konspirasi Di Balik Kasus Anand Krishna Makin Kuat

13606344361439871537
Masyhudi

Ada apa dengan oknum kajari Jakarta Selatan (Jaksel) Masyhudi yang selalu memberi pernyataan di media sehari atau dua hari sebelum Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) yang didirikan oleh Anand Krishna sedang memersiapkan diri untuk mengadakan acara-acara besar?

Misalnya pada bulan September 2012, beberapa hari sebelum acara International Bali Meditators Festival (IBMF) dan peresmian Global Harmony Monument di Ubud oleh Gubernur Bali, Bupati Gianyar, Penglingsir Puri Ubud, Pedanda Sebali, Dr. Musdah Mulia, Perwakilan dari PBB, dll - oknum kejaksaan sama yang bernama Masyhudi memberikan pernyataan di media massa.

Pada bulan Desember 2012 saat mengadakan retret interfaith nasional pun demikian. Kemudian ketika dr. Wayan Sayoga memberi pernyataan sikap tentang kejadian di Lampung, keesokan harinya oknum jaksa yang sama “menyerang” kembali.
 
Selanjutnya, pada minggu pertama bulan Februari 2013 saat Anand Ashram merayakan World Interfaith Harmony Week serentak di sekian banyak kota di Indonesia, keluar pernyataan lagi. Dugaan bahwa tujuan oknum jaksa adalah untuk mensabotase kegiatan Anand Ashram menjadi makin jelas.

Dugaan tersebut diperkuat pula dengan pengakuan Agung Mattauch tentang pintu masuk, “Pelecehan hanya entry gate untuk persoalan yang lebih serius. Ini ada penodaan agama!” (Tempo Interaktif, 25 Febuari 2010). Pertanyaannya, apa hubungan antara isu pelecehan seksual dengan klaim penyesatan tersebut? 

Dan temuan tersebut diperkuat pula dengan ancaman seorang saksi bernama Muhammad Djumaat Abrory Djabbar. Sungguh aneh di dalam ruang sidang ia dibiarkan mengancam Anand Krishna mesti dibunuh. Rekamannya beredar luas di You Tube:
Jadi memang ada sekelompok orang-orang anti kerukunan yang sejak awal sudah diduga berada di balik kasus ini.  Selain itu, orang-orang ini juga diduga digunakan oleh kekuatan-kekuatan tertentu yang ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagi isu besar yang sedang dihadapi negeri ini, untuk menyelamatkan kepentingan mereka. Bila tokoh seperti Anand Krishna saja bisa diperlakukan semena-mena seperti itu, bagaimana dengan wong cilik? Salam keadilan!

1360634735431465372

Tidak ada komentar: