April 24, 2011

PKS Ibarat Kacang Lupa Kulitnya

1303657216670284726

Sang Saka Merah Putih Berkibar di Langit Nusantara

Tindakan pemain teater Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menginjak-injak Bendera Merah-Putih berukuran 2×6 meter dalam acara Milad PKS ke-13 di Tasikmalaya ibarat kacang lupa kulitnya. Walau memang kental membawa gaya Neo Wahabi ala Arab Saudi, mereka tetaplah berpijak di Bumi Nusantara.

Bukankah seharusnya di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Dan langit kita - meminjam istilah Sawung Jabo - ialah Langit Merah Putih. Salute untuk kesigapan polisi yang langsung menghentikan acara dan menggiring para pemain teater PKS tersebut ke Mapolres. “Betul, saat peringatan HUT PKS di Stadion Dadaha ada penampilan seni perkusi yang menggunakan kain Merah Putih ukuran 2×6 meter,” ujar Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Gupuh Setiono pada Minggu, (24/4/2011).

Lebih lanjut, menurut Gupuh, kain tersebut digunakan sebagai alas dan terinjak-ijak oleh pemain. “Sehingga kami ambil tindakan penghentian acara,” terangnya. Pasca penghentian acara, para pemain digiring ke Mapolresta untuk dimintai keterangan. “Masih kami dalami peristiwa ini apakah ada unsur pidananya atau tidak,” ungkap Gupuh.

Tindakan tersebut walau hanya teatrikal sungguh menciderai rasa kebangsaan. Dulu para pahlawan mempertaruhkan nyawa demi sekedar mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan bernyanyi, “…berkibarlah benderaku…lambang suci gagah perwira…….siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membelaaa…..Sang Merah Putih yang perwira…..berkibarlah slama-lamanya.

Akhir kata, aparat musti mengusut tuntas insiden ini. Apa motif sesungghnya dari PKS? Sebagai sebuah partai politik yang didirikan di Indonesia mereka musti menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan simbol negara. Bila tidak mau lebih baik hijrah saja. Salam Indonesia…

http://politik.kompasiana.com/2011/04/24/pks-ibarat-kacang-lupa-kulitnya/


Tidak ada komentar: